Langkat - Di tengah gemuruh pembangunan fisik dan infrastruktur, suara-suara nurani yang menyerukan pembangunan moral dan karakter bangsa kembali menggema. Kali ini, suara itu datang dari gerakan rakyat yang menyebut diri mereka Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA). Sebuah gerakan yang lahir dari kesadaran bahwa membangun bangsa bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi soal menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia dari cengkeraman narkoba dan judi.
Hari ini, Senin 29 September 2025, PERMADA menggelar aksi damai di dua titik strategis, Markas Kepolisian Resor Langkat dan Gedung DPRD Kabupaten Langkat. Aksi ini dipimpin langsung oleh Ariswan, Koordinator Nasional PERMADA, didampingi oleh Nasbah Mufidah, Mika Andrean, Syahrial, dan Raja Nasution.
Dalam orasinya yang menggugah, Ariswan menyampaikan. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar simbol aksi. Ini adalah panggilan nurani dari rakyat yang resah, gelisah, dan tidak ingin masa depan generasi muda hancur di bawah bayang-bayang narkoba dan perjudian. Jika aparat penegak hukum diam, jika wakil rakyat bungkam, maka rakyat akan bersuara” Ucap Ariswan.
Dalam orasinya, Ariswan juga mengingatkan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentang Generasi Emas 2045. Sebuah visi yang memimpikan Indonesia dipenuhi anak-anak muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Menurut PERMADA, peredaran narkoba dan praktik perjudian, termasuk togel dan judi online, justru di duga semakin marak dan terang-terangan di Kabupaten Langkat. Kondisi ini, jika dibiarkan, dinilai akan menjadi bom waktu yang mengancam keselamatan generasi mendatang.
Dalam aksi damai ini, PERMADA menyampaikan dua tuntutan utama:
Meminta Kapolres Langkat untuk segera mengambil langkah tegas dan menyeluruh dalam memberantas peredaran narkoba serta praktik perjudian togel dan judi lainnya yang diduga semakin marak dan meresahkan masyarakat di Kabupaten Langkat. Kami mendesak agar Kapolres Langkat tidak hanya melakukan penindakan simbolik, tetapi benar-benar menyentuh akar jaringan peredaran dan pelindung di baliknya.
Mendesak DPRD Kabupaten Langkat untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolres Langkat dan Kepala BNN Kabupaten Langkat guna membahas secara terbuka dan transparan dugaan maraknya peredaran narkoba serta praktik judi togel dan judi lainnya. RDP ini penting sebagai wujud tanggung jawab moral DPRD dalam mencari solusi konkret demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga ketertiban umum.
Massa aksi disambut baik oleh Iptu A. Sirait, KBO Satnarkoba Polres Langkat. Dalam dialog terbuka, Iptu Sirait menyampaikan. “Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat. Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti dan sampaikan ke pimpinan”, Ucap Iptu A. Sirait.
Sementara itu, di Gedung DPRD Langkat, aksi disambut oleh Mardanta Sitepu, S.E., anggota Komisi I. Ia mengapresiasi langkah PERMADA dan berjanji akan menyampaikan aspirasi ini kepada Ketua DPRD Langkat, serta mendorong agar RDP segera digelar.
Dalam keterangan persnya, Ariswan menegaskan bahwa jika tuntutan aksi ini diabaikan, maka PERMADA tidak akan diam. Mereka siap menggelar aksi lanjutan dalam skala lebih besar. Dan aksi ini akan berlanjut ke lembaga penegak hukum di Jakarta.
“Kami tegaskan bahwa aksi ini akan berlanjut ke tingkat nasional. Kami akan menggelar aksi lanjutan di Jakarta, tepatnya di:
• Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri)
• Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI)
• Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)”, cetus Ariswan.
“Kami tidak datang untuk mencaci. Kami datang untuk mengingatkan. Negara ini milik kita bersama. Dan membangun peradaban bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi tentang menyelamatkan moral dan akal sehat generasi bangsa”, ucap Ariswan.
“Jika hari ini kita diam, esok kita kehilangan arah. Dan jika arah itu tak kunjung ditemukan, kami rakyat yang peduli akan jadi kompasnya. Demi Langkat yang bersih. Demi Indonesia yang beradab. Demi terwujudnya cita-cita Presiden Prabowo Subianto Generasi Emas 2045. Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh di atas puing-puing peradaban yang hancur oleh narkoba dan perjudian”, tutup Ariswan.
PERMADA telah menyalakan api kesadaran. Kini, tinggal bagaimana negara merespons, memadamkannya, atau menjadikannya obor penerang jalan perubahan. (Tim)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar